A. Kebebasan Anak Anak Allah
- Makna kebebasan: bebas dari, setiap orang mendambakan diri terbebas dari banyak hal seperti, bebas dari rasa lapar, bebas dari sakit, bebas dari siksaan badan, dll
- Makna kebebasan: bebas untuk, bebas untuk melakukan sesuatu yang berguna seperti, bebas menolong, bebas berkreasi, bebas beraktivitas
- Fungsi kebabasan: manusia tampil sebagai ciptaan Allah yang bermatabat luhur dan manusia dapat mengembangkan diri menuju kesempurnaan dirinya
- Kebebasan kita berhadapan dengan kebabasan orang lain sehingga kita harus menggunakan kebebasan dengan tertib dan teratur
- Ayat: Gaudium et spes art 17 Keluhuran kebebasan, Gal 5: 1, 13-15 Kemerdekaan Kristen
- Gaudium et spes art 17: Kebebasan bukan sewenang-wenang berbuat apapun, kebebasan sejati adalah tanda mulia dari Allah untuk mengabdi penciptanya dan memilih hal baik juga buruk dalam hidupnya
- Gal 5: 1, 13-15: Jangan menggunakan kebebasan untuk hidup dalam dosa melainkan untuk melayani orang lain dengan kasih
B. Sabda Bahagia
- Ayat: Mat 5: 1-12 Sabda Bahagia
- Maksud Tuhan memberikan sabda bahagia: menyiapkan muridnya untuk menghadapi dunia yang orientasi kehidupannya berlainan dengan kehendak Allah, mengandung nilai eskatologis (akhir zaman) sebagai syarat masuk surga, hukum yang mengatur hubungan Tuhan dan sesama berlandaskan cinta kasih
- Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. (Pengertian: orang yang berserah kepada Allah)
- Berbahagialah orang yang berduka cita, karena mereka akan dihibur. (Pengertian: orang yang dalam penderitaan tetap sabar dan setia pada Allah)
- Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki di bumi. (Pengertian: orang yang rendah hati)
- Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Pengertian: Orang yang mengutamakan kebutuhan rohani demi terciptanya kerajaan Allah)
- Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. (Pengertian: orang yang mau mengampuni)
- Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Pengertian: Orang yang menyerahkan seluruh hidupnya pada Allah)
- Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
- Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. (Pengertian: orang yang tetap mengutamakan kebenaran walaupun mendapat penganiyaan)
- Sabda 1-4: Aspek Sosial, Sabda 5-8
C. Kasih yang Tidak Membedakan
- Ayat: Lukas 10: 25-37 Orang Samaria yang Baik Hati
- Untuk memperoleh hidup kekal kita harus melaksanakan hukum kasih "Kasihanilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu, dan dengan segenap akal budimu, dan kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri
- Banyak orang yang mengetahui Hukum Taurat tetapi tidak melaksanakan dalam kehidupan sehari hari dan cinta kasih tidak boleh membeda-bedakan orang lain
- Contoh: Yesus dan Zakheus pemungut cukai yang dicap pendosa, Yesus mengampuni wanita yang berbuat zina, Yesus menyembuhkan Bartimeus yang Buta, Yesus menyembuhkan orang sakit lumpuh, orang buta, dll
- Contoh tindakan yang bisa kita lakukan: Berteman tanpa membedakan, berteman dengan orang yang dijauhi, terlibat kegiatan bersama tanpa pilih-pilih, membantu tidak hanya teman dekat tetapi semua orang
D. Membangun Diri Seturut Teladan Yesus
- Tokoh Idola yang menjadi inspirasi
- Yesus adalah salah satu inspirasi kita yang paling besar, kita bisa menjadikan Yesus sebagai idola
- Dengan menjadikan Yesus sebagai idola kita maka kita berusaha untuk menjadikan Yesus tokoh utama dalam hidup kita dan berusaha menyerupai juga meneladani sikap Yesus
- Yesus memiliki banyak kisah yang patut untuk kita contoh dan kita ambil pelajarannya dalam kehidupan kita sehari-hari
Komentar
Posting Komentar