A. Teknik Hidroponik
- Cara penanaman tumbuhan dengan menggunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air dan tanpa menggunakan tanah
- Sayuran seperti paprika, tomat, timun, melon, terong, dan selada dapat ditumbuhkan dengan wadah yang berisi nutrisi dengan ditambah medium yang tak larut dalam air
- Contoh kerikil, arang, sekam, spons, serbuk kayu, dll
- Menurut ilmuwan tumbuhan menyerap nutrisi yang penting dalam bentuk ion yang terlarut dalam air
A. Teknik Penanaman Hidroponik
- Dapat dilakukan di taman, ruangan kaca, maupun di dalam rumah
- Cahaya
- Diperlukan ruang yang terkena sinar matahari langsung
- Ruangan yang kurang jendela atau ruangan berkaca, sinar matahari dapat digantikan dengan lampu
- Cuaca
- Suhu udara yang dibutuhkan tanaman adalah 18-25 derajat Celcius
- Lebih baik disediakan alat pendingin atau penghangat ruangan agar suhu udara kondusif
- Ukuran
- Ukuran area lahan disesuaikan dengan jenis bibit yang ditanam
- Jika menanam tumbuhan yang bentuknya kecil maka areanya juga harus kecil agar menghemat lahan
- Disarankan tidak menanam buah yang ukuran besar karena menghabiskan area lahan
B. Media Tanam Hidroponik
- Arang Sekam
- Media tanam yang paling banyak digunakan karena mudah didapat dan harga ekonomis
- Mempunyai daya ikat yang bagus terhadap air
- PH arang sekam netral dan ramah terhadap lingkungan
- Arang sekam bisa dipakai mandiri atau dicampur dengan jenis-jenis media yang lain seperti cocopeat
- Cocopeat
- Media tanam yang terbuat dari serbuk sabut kelapa
- Bersifat organik maka ramah lingkungan dan memiliki daya serap terhadap air yang sangat tinggi dan bagus untuk pertumbuhan akar
- Biasa digunakan bersama arang sekam dengan perbandingan 50 50
- Tujuan pencampuran dua media ini untuk meningkatkan tingkat aerasi media tanam
- Tingkat aerasi berguna agar akar mampu bernafas dan menyerap oksigen dengan lebih baik
- Rockwool
- Media tanam anorganik yang terbuat dari bahan seperti busa, mempunyai serabut halus dan ringan bobotnya
- Media yang paling banyak digunakan petani Indonesia
- Bahan seperti busa dan berasal dari batuan basalt yang dipanaskan kemudian meleleh dan menghasilkan serat halus
- Hasil proses produksi batu basalt menghasilkan lempengan dengan ukuran besar, kemudian dipotong sesuai keperluan
- Hydroton
- Media tanam yang terbuat dari bahan dasar lempung yang dipanaskan dengan bentuk bulat berukuran 1-2,5cm
- Di antara bulatan ada pori pori yang menyerap air (nutrisi), mampu menyerap oksigen dan memiliki PH netral
- Dapat dipakai berulang-ulang dengan mencuci bagian kotor sebelum digunakan kembali
- Perlite
- Media yang terbuat dari batuan silika yang dipanaskan dengan suhu tinggi
- Kebaikan perlite adalah memiliki aerasi tinggi
- Memiliki PH netral dan bobot sangat ringan
- Kemampuan daya serap air sangat tinggi
- Bisa dipakai media hidroponik mandiri atau dicampur media lain seperti cocopeat atau vermiculite
- Vermiculite
- Media tanam yang hampir mirip perlite, terbuat dari batuan yang dipanaskan
- Vermaculite memiliki daya serap air yang lebih tinggi dan memiliki bobot lebih berat dari perlite
- Pemilihan media tanam sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam
C. Nutrisi Hidroponik
- Semua keperluan elemen hidroponik dapat dipenuhi dari garam mineral baik secara alami maupun buatan
- Bentuk awal berupa batuan atua biji mineral yang harus ditambang kemudian hasil tambang dipurifikasi untuk menghilangkan zat beracun serta kontaminasi zat lain yang berbahaya bagi manusia maupun tanaman
- Hasil purifikasi mempunyai bentuk seperti garam dapur
- Nutrisi hidroponik berupa campuran beberapa jenis garam mineral yang telah dilarutkan dalam air agar mudah diserap oleh akar tanaman
D. Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik
- Kelebihan = hasil panen lebih melimpah karena lingkungan dan pemberian nutrisi dapat dikendalikan manusia tanpa pestisida atau fungsida kimia, pemakaian air lebih sedikit, tanaman lebih gemuk dan subur karena tidak terdapat tanaman pengganggu atau hama tanah, sistem pengairan berputar 10 kali lebih irit dari sistem pengairan biasa, media tanam dapat dengan mudah ditemui serta dibuat, ramah lingkungan, dapat dikendalikan dengan cepat untuk kebutuhan masa pertumbuhan
- Kekurangan = memerlukan biaya yang cukup tinggi untuk membangun suatu sistem yang cukup canggih, dengan menggunakan bahan yang berkualitas tinggi dan dapat bertahan lama
B. Teknik Vertikulur
- Teknik dengan membuat instalasi secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan meningkatkan jumlah tanaman
- Merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas
- Media tanam yang digunakan adalah campuran antara tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1
- Setelah semua bahan terkumpul dilakukan pencampuran hingga merata
- Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara dan melalui unsur hara dapat diserap oleh akar tanaman dengan prinsip pertukaran kation
- Sekam berfungsi untuk menampung air dalam tanah sedang kompos menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi unsur hara yang diperlukan tanaman
A. Langkah Penanaman dan Pemeliharaan
-
Siapkan wadah penanaman, isi dengan kompos media yang telah ditetapkan
-
Keluarkan bibit semai beserta medianya dari dalam wadah penyemaian
-
Masukkan ke dalam wadah penanaman yang baru sampai batas leher tanaman
-
Padatkan media sekitar permukaan media, susun tanaman sesuai tingkatan berdasarkan kebutuhan akan cahaya matahari tanaman setiap hari
-
Jika terdapat hama segera ambil dan matikan, jika tanaman terserang penyakit cabut tanaman dan buang medianya kemudian ganti dengan media dan tanaman yang baru
-
Bila tanaman kurang subur, tambahkan pupuk kandang atau kompos yang telah matang
-
Lakukan penyiraman atau penyemprotan secara rutin menggunakan sprayer dengan frekuensi dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari
C. Teknik Aeroponik
- Teknik menanam di udara memang masih kalah populer dibanding teknik konvensional maupun teknik menanam dengan air (hidroponik)
- Aeroponik merupakan cara menanam di udara tanpa menggunakan tanah
- Nutrisi disemprotkan pada akar tanaman
- Air yang berisi larutan hari disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman sehingga akar tanaman akan menyerap larutan hara tersebut
- Sayuran yang menggunakan sistem aeroponik mempunyai kualitas baik, higienis, sehat, segar, renyah, beraroma, disertai cita rasa yang tinggi
- Dapat mengisi peluang kebutuhan tingkat masyarakat menengah ke atas
- Sistem aeroponik banyak dikembangkan di Indonesia
- Memberikan manfaat bagi petani yang tidak mempunyai lahan karena aeroponik tidak membutuhkan tanah,, tetapi media tanam yang berupa styrofoam yang akarnya menggantung di udara sehingga bisa dijadikan lahan di pekarangan rumah
Komentar
Posting Komentar